Discourse Studi Agama#1: “Bukan Sebatas Language Game” bersama Dr. Mukhijab

Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama Discourse Studi Agama#1: “Bukan Sebatas Language Game” bersama Dr. Mukhijab, pada:
Hari/tanggal: Rabu, 15 September 2021
Pukul: 19:00-21:00 WIB
Zoom Meeting ID: 84266680624
Passcode: 834078
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/84266680624?pwd=NTQwcG1nUHJhdCsydzJPL3hHbTVxdz09

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).
.
Info lebih lanjut hubungi CP: 085722200060

Seri Belajar Bersama Teori-Teori Studi Agama : Teori Agama VI – Mircea Eliade on Myth & Ritual

Manusia modern seringkali terperangkap terhadap yang visible. Fenomena yang tidak disaksikan oleh panca indra, dianggap sebagai mustahil. Yah, itu hanya mitos.
Setiap waktu umat beragama melakukan ritual dengan tujuan mendekat kepada Yang Maha Suci. Dalam keterbatasannya manusia gagal mendeskripsikan ritual yang dilakukan.
Yah, ritual itu hanya mitos.
Bagaimana Mircea Eliade menjelaskan proses terjadinya mitos dan ritual dalam kehidupan manusia?
Penasaran….
Yuk, hadir di Seri Belajar Bersama Teori-Teori Studi Agama.
Bersama Dr. Ustadi Hamsah, kita akan belajar “Teori Agama VI – “Mircea Eliade on Myth & Ritual”
Hari: Kamis, 8 April 2021
Jam: 19:00-21:00 WIB
Klik link zoom di bawah ini
👇
https://us02web.zoom.us/j/83567684173?pwd=aDIxM0NEc1Q0cWFBbEdoRzJRMFNXQT09

Meeting ID: 835 6768 4173
Passcode: 183194

Acara ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) didukung oleh Forum Mahasiswa Studi Agama-agama Indonesia (FORMASAAI)

Info lebih lanjut hubungi CP: 087838997388

🙋 Sampai jumpa
🧑‍💻 Selamat belajar

Studi Agama & Nalar Keragaman di Indonesia (1)

Ustadi Hamsah

(Bagian pertama dari dua tulisan)

Indonesia, atau istilah yang lebih kultural disebut dengan Nusantara, adalah sebuah istilah yang menggambarkan wilayah yang diapit oleh dua samudera dan dua benua, yakni kawasan Asia Tenggara sebagaimana yang dikenal dalam Kakawin Negarakertagamakarya Mpu Prapanca. Istilah itu menggambarkan betapa luas kawasan itu yang di dalamnya hidup berbagai suku bangsa, agama, kebudayaan, adat istiadat, dan lain sebagainya dalam satu tujuan. Kondisi ini digambarkan oleh Mpu Tantular dalam Sutasoma(1370 M) dengan sebuah adagium bhinneka tunggal ika tan hana dharma magrwa(beragam tetapi satu tujuan, dan tidak ada kekuatan yang dapat melemahkannya) –sebuah “deklarasi” keragaman di Jawa yang jauh mendahului semboyan e pluribus unum(beragam untuk menyatu) di dalam Great Seal of USAoleh Charles Thomson tahun 1732 M. Namun, penggambaran oleh Mpu Tantular masih jauh lebih muda jika dibandingkan dengan narasi keragaman yang diuraikan dalam al-Qur’an (abad VII M).

Simbolisme Karagaman dalam Kapal Nabi Nuh

Dengan memperhatikan latar belakang yang sangat beragam dan begitu kompleks yang terdapat di Indonesia sejenak akan terbayang sebuah kondisi yang “semrawut”, “crowded”, dan tidak teratur sama sekali. Namun, kenyataannya bukan itu yang ditemukan di nusantara, justru sebaliknya, yakni kehidupan yang sayuk rukunpenuh dengan semangat gotong royong jauh dari watak beringas ketika menghadapi perbedaan, semua berjiwa bhinneka tunggal ika. Kondisi ini selaras dengan gambaran Kitab Suci al-Qur’an tentang suasana yang terjadi pada “kapal Nabi Nuh” (safīnah Nūh).

Continue reading “Studi Agama & Nalar Keragaman di Indonesia (1)” →