Yogyakarta, 16 September 2025 – Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) baru saja menyelenggarakan seri diskusi ke-19 dalam program “Seri Belajar Bersama: Teori Studi Agama-Agama” dengan tema “Anthropocene Religion”. Acara virtual ini dilaksanakan pada Selasa, 16 September 2025, pukul 19.30–20.30 WIB, dengan Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., sebagai pemateri utama dan Erna Dwi Cahyati, M.Ag., sebagai moderator. Diskusi ini sukses menarik perhatian para akademisi dan pemerhati studi agama, mengangkat peran agama dalam menghadapi krisis lingkungan akibat pandangan antropocentris.
Dalam pemaparannya, Dr. Ustadi Hamsah menyoroti pergeseran paradigma studi agama dari teosentris menuju antropocentris, yang sering menempatkan alam sebagai objek eksploitasi. “Antropocentrism menjadikan manusia sebagai pusat, memanfaatkan alam sesuka hati, bahkan Tuhan pun kadang diinterpretasikan untuk mendukung sikap egois ini,” ujarnya, mengkritik konsep “egosentrisme” terhadap alam. Ia menegaskan bahwa era Anthropocene menunjukkan dampak besar dari aktivitas manusia terhadap Bumi, sehingga alam harus diperlakukan sebagai subjek, bukan sekadar alat.
Dr. Ustadi juga menyampaikan bahwa kesalahan terhadap sesama bisa diampuni, tetapi kerusakan terhadap alam tidak akan dimaafkan. “Alam harus dijaga, bukan untuk kepentingan egois manusia,” tegasnya, sambil mengusulkan pendidikan dan kesadaran ekologis sebagai solusi. Diskusi juga membahas biocentrism, yang menekankan keseimbangan alam, serta pendekatan “cosmotheandric” yang menghubungkan Tuhan, manusia, dan alam.
Sebagai referensi, Dr. Ustadi mengutip buku Religion, Sustainability, and Place (Steven E. Silvern, Edward H. Davis, 2021), yang mengusung nilai keberlanjutan dalam interaksi manusia dengan lingkungan. “Agama harus membangun harmoni, bukan sekadar doktrin atau dogma,” jelasnya, dengan pendekatan yang kini lebih mengarah pada ilmu sosial dan humaniora. Moderator Erna Dwi Cahyati memfasilitasi diskusi dengan baik, membuka sesi tanya jawab yang membahas ekoteologi dan perubahan iklim.
Acara ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah, mencerminkan antusiasme terhadap integrasi agama dan lingkungan. ASAI berharap diskusi ini menginspirasi aksi nyata untuk kelestarian alam, sejalan dengan nilai agama yang inklusif. Rekaman acara dapat diakses melalui platform resmi ASAI. (KQ)

Join us at International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies (ICONUSH) 2024 & Simposium Nasional Studi Agama XII
Saya masuk ruang disambut oleh penerima tamu dan daftar hadir. Alhamdulillah ada nama dan atas nama apa saya perlu hadir. Saya menghadiri atas nama Asosiasi Studi Agama Indonesia, yang biasa dipanggil ASAI. Daftar hadir sudah selesai saya tanda tangani. Lalu among tamu memberikan souvenir, salah satunya buku karya Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. yang akan dikukuhkan hari ini. Ketika saya hadir, tidak semua kursi penuh. Saya masih dengan leluasa bisa memilih tempat duduk.
Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Sejam Bersama Professor: Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A.
Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama
Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menghadirkan Seri Belajar Bersama: Teori-Teori dalam Studi Islam.