Seri Belajar Bersama Teori-Teori dalam Studi Agama-agama #3

Apakah Agama itu wahyu? Bagaimana Agama diwahyukan?
Nah, daripada terjebak dalam kegalauan seperti ini yuk gabung dalam Seri Belajar Bersama Teori-Teori dalam Studi Agama-agama #3 . Bersama Dr. Ustadi Hamsah kita akan belajar Teori Revelasi Agama, pada Hari: Rabu, 6 Januari 2021 Jam: 19:00-21:00 WIB
Kegiatan ini Gratis
Silahkan gabung di zoom meeting 👩🏻‍💻
Meeting ID: 823 7620 6574
Passcode: 198068

Atau klik link berikut:
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/82376206574?pwd=QUt0RjI2aTlCd2RDbHoyNVh2ZlAyZz09

Info lebih lanjut hubungi CP: +62 878-3899-7388
Program ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) didukung oleh Forum Mahasiswa Studi Agama-agama Indonesia (FORMASAAI)

Seri Belajar Bersama Teori-Teori ; tentang Teori Asal-Usul Agama II

Seri Belajar Bersama Teori-Teori dalam Studi Agama ya. Dr. Ustadi Hamsah akan menemani kita berbagi tentang Teori Asal-Usul Agama II pada:

Hari : Rabu, 30 Desember 2020
Pukul : 19:00-21:00 WIB (Pintu Zoom akan dibuka pukul 18:45 WIB dan Kelas akan dimulai pukul 19:00 WIB)

Sampai Jumpa di zoom meeting 🙋‍♀️
ID: 849 6928 7431
Pasword: 990342

Atau klik link berikut: https://us02web.zoom.us/j/84969287431?pwd=NnBiWEpKSVAyYU1aK2FURlRnWHdDZz09

Info lebih lanjut hubungi CP: +62 878-3899-7388
Program ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) bekerjasama dengan Forum Mahasiswa Studi Agama-Agama Indonesia (FORMASAAI)

Seminar ASAI, Teologi Kesehatan Pesantren; Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi Covid-19

Asosisasi Studi Agama Indonesia pada tanggal 09 Desember 2020 telah mengadakan Seminar seri 1, dengan mengusung tema Teologi Kesehatan Pesantren; Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi Covid-19. Berbagai pandangan mengenai covid-19, seperti mengatakan bahwa covid ini adalah sebuah musibah yang bisa menimpa siapa saja. Sehingga siapa pun yang mendapatkan musibah berarti harus sabar dalam menghadapi ujian tersebut dan Bersama-sama mencari sebuah solusi dalam menghadapi musibah tersebut. Adapun hal lainnya masih menganggap bahwa covid-19 ini sebuah konspirasi dari para golongan elit sana.

Lalu bagaimana mengenai rasionalitas respon pesantren terhadap pandemi covid-19, Dr. Ahmad Salehuddin sebagai narasumber memaparkan, bermula dari pesantren memiliki cara tersendiri yakni dengan perlindungan spiritual. Hal yang dimaksudkan dengan perlindungan spiritual yakni amalan-amalan yang dimiliki, seperti memperbanyak shalawat, bacaan alfatihah, memperbanyak istigfar dan lain sebagainya.

Para peserta dalam acara ini sangatlah mengapresiasi acara ini, diharapkan adanya keberlanjutan menganai kajian studi agama dalam hal lainnya. Sehingga harapan besarnya bahwa kajian studi agama dalam menjadi sebuah kajian lebih menarik dan banyak dipelajari khalayak umum. Pada akhir acara ditutup dengan pemaparan bahwa kebijakan apapun pemerintah harus mempertimbangkan rasionalitas komunitas tersebut.

Teologi Kesehatan Pesantren: Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi COVID-19

Seminar seri 1

Pesantren memiliki cara-cara otentik untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang berbeda dengan cara-cara yang diambil oleh komunitas kesehatan. Covid-19 merupakan makhluk Tuhan yang bekerja hanya atas perintah Tuhan. Oleh Karena itu, pesantren menerapkan cara-cara lahiriah dan batiniah sekaligus dalam menghadapi Covid-19. Cara-cara lahiriah dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan secara adaptif dan kontekstual, sementara cara batiniah dilakukan dengan praktik-praktik ritual melalui doa, sholat, dzikir dan membaca sholawat. Pandangan teologis yang berorientasi teosentris dan antroposentris ini memperlihatkan salah satu sisi moderasi pesantren.
Bagaimana selanjutnya? Dr. Ahmad Salehudin akan berbagi Hasil Penelitian “Teologi Kesehatan Pesantren: Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi COVID-19” dalam Seminar#1 ASAI,
Hari: Rabu, 9 Desember 2020
Pukul: 19:00-21:00 WIB
ID: 832 0882 8435
Pasword: 401895
Ikutan yuk!

Isi Link Formulir Pendaftarannya ya:
https://forms.gle/oFcio3B6ZpdsdrGS9

Simposium Nasional ke-8 Studi Agama: Eksis dalam Kajian di Tengah Pandemi

Yogyakarta, Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menggelar Simposium Nasional ke-8 Studi Agama dengan “Beragama di Tengah Pandemi”. Acara diselenggarakan secara virtual/online selama dua hari yakni pada tanggal 11-12 November 2020 setiap pukul 19:00-21:00 WIB. Selain menjadi agenda rutin tahunan, Simposium Asosisasi Studi Agama Indonesia juga mengikat kembali akademisi, peneliti dan pekerja sosial yang mempunyai fokus terhadap studi agama. Dalam sambutannya ketua ASAI Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph. D. menyampaikan “Walaupun di tengah pandemi, semoga kita masih bisa tetap eksis dalam kajian studi agama.” ASAI pun diharapkan menjadi wadah akademik di wilayah studi agama. Continue reading “Simposium Nasional ke-8 Studi Agama: Eksis dalam Kajian di Tengah Pandemi” →

Webinar Nasional; Peran Agama Dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyrakat Di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal

webinar

Beberapa bulan terakhir dunia diguncang dengan adanya wabah covid-19, dengan penyebaran melalui virus-virus yang hingga saat ini belum ditemukannya obat atau vaksin dalam menyembuhkan wabah tersebut. Maka dalam hal sejalan dengan sedangnya pencarian vaksin guna menghilangkan wabah tersebut maka diterapkannya   oleh pemerintah yakni new normal.

New normal adalah kehidupan berjalan seperti biasanya namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti menjaga kebersiihan dan menaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Disamping mengenai kesehatan pun, spiritualitas masyarakat pun tetap harus berjalan. Bagaimana peningkatan spiritualitas dan agama berperan?  dalam hal ini Prodi Studi Agama-Agama UIN Sumatra Utara mengadakan webinar nasional yang bekerjasama dengan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan HMJ Studi Agama-Agama UIN Sumatra Utara yang berjudul “Peran Agama Dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyrakat Di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal.”

Kegiatan yang dilaksanankan Selasa, 23 Juni 2020 pada pukul 14:00-16:00, dengan beberapa narasumber yakni Dra. Husna Sari Siregar (Kaprodi SAA UIN Sumatra Utara), Prof Katimin (Dekan FUSI UIN Sumatra Utara), Prof Syahrin Harapa (Guru Besar Studi Agama UIN Sumatra Utara), Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., PhD (Ketua ASAI dan Kaprodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga), Pdt. Dr. Boimin Sirait (Dosen Agama Kristen Unimed) dan di moderator oleh Dr. H Indra Harapap (Sekprodi SAA UIN Sumatra Utara).

Bagi yang berkenang mengikuti acara bisa melakukan pendaftaran di dan narahubung 081268314152 / 081260164428 .

Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan

Prodi Magister (S2) Agama dan Filsafat, S2 Studi Agama-Agama dan S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran (SosPem) untuk mahasiswa baru TA 2019/2020. Dilaksanakan pada Kamis, 05 Maret 2020 dan bertempat di Smart Room Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kegiatan tersebut diikuti oleh 73 mahasiswa baru Program Magister. Dalam kegiatan tersebut Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, PhD selaku Ketua Prodi S2 Studi Agama-Agama memaparkan materi Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan.

Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D
Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D saat memberikan materi Sosialisasi Pembelajaran.

Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa sikap moderat itu harus dimulai dari diri sendiri dan sejak dalam pikiran. Menanamkan sikap moderat sejak dini, berarti menekan dan menghilangkan kebencian dan permusuhan antar manusia. Kerukunan antar umat beragama adalah modal dasar menjadikan bangsa Indonesia yang multi ethnis, multiculture dan multireligion menjadi maju, rukun dan harmonis.

“Bila masih memandang orang yang berbeda agama sebagai musuh, atau alasan untuk tidak menyapa maka ia belum siap jadi orang moderat. Orang moderat adalah yang sudah bisa melihat perbedaan sebagai alasan untuk bekerjasama atau bahkan alasan untuk saling memperkaya”, ujarnya.

Continue reading “Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan” →

Dr. Samsul Hidayat : Merekatkan Kerukunan Antar Agama Melalui Diplomasi Kuliner

Toleransi, suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Salah satu upaya dapat terbentuknya sikap toleransi bisa dengan Dialog Lintas Agama.
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat, dalam hal ini menggelar Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan Rabu 04 Maret 2020. Salah seorang narasumber dialog lintas agama di Kalimantan Barat Dr Samsul Hidayat, MA yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Dosen Prodi Perbandingan Agama IAIN Pontianak sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat, menyampaikan materi mengenai upaya membangun kerukunan antar umat beragama melalui kearifan lokal.
Berdasarkan data statistik penduduk, mayoritas masyarakat Kalimantan Barat menganut agama Islam (55.68%). Di daerah pedalaman yang didiami Suku Dayak mayoritas penduduknya beragama Kristen (Katolik/Protestan) seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang dan Sekadau. Orang Tionghoa di Kalimantan Barat kebanyakan menganut agama Buddha dan Kristen (Katolik/Protestan). Di wilayah yang banyak terdapat etnis Tionghoa seperti Kota Singkawang dan Pontianak juga terdapat penganut Buddha dalam jumlah cukup besar. Dalam hal ini sikap toleransi perlu ditingkatkan untuk merekatkan hubungan antar agama.

Dr. Samsul Hidayat, MA
Dr. Samsul Hidayat, MA

Continue reading “Dr. Samsul Hidayat : Merekatkan Kerukunan Antar Agama Melalui Diplomasi Kuliner” →