Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Terpilih Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029

Banjarmasin, 14 Agustus 2024 – Pada hari Rabu, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menjadi saksi penting bagi perkembangan studi agama di Indonesia. Dalam sebuah rapat pleno yang berlangsung di Gedung Auditorium Mastur Jahri, Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) untuk periode 2024-2029.

Acara ini dihadiri oleh 36 anggota ASAI dari program studi agama-agama (SAA) di seluruh Indonesia dan sekitar 50 peserta dari dosen dan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin serta tamu undangan dari beberapa instansi terkait di Banjarmansin. Para peserta dengan antusias mengikuti jalannya pemilihan, mencerminkan komitmen mereka terhadap pengembangan studi agama-agama di tanah air. Continue reading “Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Terpilih Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029” →

International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies (ICONUSH) 2024 & Simposium Nasional Studi Agama XII

[CALL FOR PAPER]

Join us at International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies (ICONUSH) 2024 & Simposium Nasional Studi Agama XII

We are delighted to invite you to this prestigious event, a premier event bringing together scholars, researchers, and practitioners from around the world.

Theme:
Religion & Climate Change: Exploring Perspectives and Responses

The paper is submitted through this link https://bit.ly/ICONUSHSubmitPaper

Template
https://bit.ly/templatepaperASAI

IMPORTANT DATES
1️⃣ Deadline Paper Submission
28th July 2024
2️⃣ Acceptance Notifications
31st July 2024

🗓️ Conference & Symposium Day
13th – 15th August 2024

📍UIN Antasari Banjarmasin (Hybrid)

Participants will have the chance to attend thought-provoking keynote sessions, panel discussion, and paper presentations by distinguished experts.

For more information, please contact us.

Thank you and see you on August 2024.

Studi Agama Terapan: Cara Beragama yang Menggembirakan

Kamis, 30 Mei 2024 di Gedung Amin Abdullah, dulu sering dipanggil Gedung MP, Ketua Asosiasi Studi Agama Indonesia menyampaikan pidato pengukuhan guru besarnya. Pengukuhan ini dihadiri oleh keluarga, kolega dan rekan sejawat. Bagaimana menjawab pertanyaan calon mahasiswa studi agama? Dari sini pidato pengukuhan ini dimulai.

Saya masuk ruang disambut oleh penerima tamu dan daftar hadir. Alhamdulillah ada nama dan atas nama apa saya perlu hadir. Saya menghadiri atas nama Asosiasi Studi Agama Indonesia, yang biasa dipanggil ASAI. Daftar hadir sudah selesai saya tanda tangani. Lalu among tamu memberikan souvenir, salah satunya buku karya Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. yang akan dikukuhkan hari ini. Ketika saya hadir, tidak semua kursi penuh. Saya masih dengan leluasa bisa memilih tempat duduk.

Tidak lama kemudian, acara pun dimulai. Seperti biasa, ada pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan dan hymne UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketua senat menyapa para hadirin yang hadir. Di antaranya kolega Ketua ASAI dari jajaran pimpinan Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si dan Prof. Dr. Muchlas, M.T., Rektor UAD Bersama dengan Wakil Rektor dan BPH UAD Yogyakarta. Tentunya dihadiri oleh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Keluarga besar dari Profesor yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur PPs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Jika kuliah di jurusan Perbandingan Agama atau Prodi Studi Agama-Agama, setelah lulus akan menjadi apa, kerja di mana?”, pertanyaan para siswa SLTA ketika sosialisasi prodi dilakukan ke sekolah dan madrasah inilah yang mengantarkan Ahmad Muttaqin pada capaian guru besarnya. “Kajian epistemologi, ontologis dan aksiologis untuk menghasilkan alumni menjadi manusia yang memiliki keimanan dan ilmuan yang kokoh perlu terus dilakukan karena PA/SAA tidak untuk mencetak tukang”, tegas beliau. Tidak berhenti sampai di sini, jawaban ini dipertanyakan lagi dalam riset-riset yang beliau lakukan.

Continue reading “Studi Agama Terapan: Cara Beragama yang Menggembirakan” →

Kuliah Dekolonisasi dalam Studi Agama-Agama Bersama Prof. Abdulkader Tayob

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 26 April 2024 pukul 08.30-11.00 WIB berkolaborasi dengan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menyelenggarakan kuliah umum tentang Decolonizing The Study of Religions. Kuliah yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh kurang lebih 75 orang peserta offline di aula pascasarjana dan lebih dari 50 orang peserta online melalui channel youtube dan ruang zoom. Kuliah ini menghadirkan Prof. Abdulkader Tayob dari University of Cape Town, Afrika Selatan.

Abdulkader Tayob yang biasa dipanggil Prof. AK adalah pemilik NRF Chair in Islam, African Publics and Religious Values, Religion Education. Ada banyak karya yang telah diterbitkan beberapa di antaranya tentang Religion as Discourse dan Decolonizing the Study of Religions. Beberapa karya itu dapat diakses melalui website https://humanities.uct.ac.za/department-study-religions/contacts/abdulkader-tayob.

Prof. AK memulai kuliah dengan satu pertanyaan, yaitu “Apakah dekolonisasi itu mungkin?” Pertanyaan tersebut diturunkan menjadi pertanyaan yang lain, “Dapatkah kita benar-benar pergi melampaui saat ini? Sementara dalam penjelasannya, ada post-colonial sebagai dampak dari agama “modern” saat ini. Ada agama dan sejarah yang membentuknya di global south selain sejarah agama yang dikonstruksi oleh global north. Agama bukan hanya sebagai sesuatu untuk dipatuhi dan dijalankan, tapi agama berperan untuk bertahan hidup dan perlawanan di Afrika. Diskursivitas dekolonisasi di global south yang menjadi catatan bahwa agama dikonstruksi. Tak lupa ada etika yang dapat dilibatkan dalam religious discourse. Sehingga ketika berbicara tentang agama di ruang publik bukan hanya agama sebagai identitas, tetapi juga agama sebagai etika. Selain pertanyaan-pertanyaan tersebut, Prof. AK juga menyebutkan beberapa rujukan tokoh dalam studi Dekolonisasi, antara lain: Grosfuguel, Nelson Maldonaldo-Torres, An Yountae. Bagaimana selengkapnya? dokumentasi acara ini dapat ditonton di channel Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga https://www.youtube.com/watch?v=AKAXoZukU0Q ini.

Salah satu alasan kenapa kuliah ini diselenggarakan adalah “kajian dan riset dekolonisasi tidak banyak dilakukan oleh ilmuwan, terutama ilmuwan muslim di Asia”, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Nur Ichwan, moderator, ketika mengawali kuliah ini. Prof. Nur Ichwan juga menegaskan bahwa dekolonisasi bukan topik marginal di komunitas sosial Indonesia. Jadi, ketertarikan studi dekolonisasi di Indonesia masih terbatas. Apakah Anda akan mengkajinya dalam studi dan riset selanjutnya? [MT]

Reading the Metamorphosis of Comparative Religion

Oleh :

Muryana, S.Th.I., M.Hum.
(Asosiasi Studi Agama Indonesia)

In mid-December 2023, I was asked to respond to the book "Interreligious Studies: Methods and Practices," written by Zainal Abidin Bagir and others. The book features 11 chapters authored by 10 men and 1 woman. My understanding of the book highlights two key points. First, it emphasizes the differences in methodology among Comparative Religion, Religious Studies, and Interreligious Studies. Second, it addresses how programs in Comparative Religion, Religious Studies, and Interreligious Studies are managed at universities.

I gathered insights from three important writings. The first is by Zainal A. Bagir, who emphasizes that Interreligious Studies should be viewed as a branch of religious studies. The second writing, by Nur Ichwan, discusses the approach of Religious Studies at IAIN/UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, which leans towards Methodological Agnosticism. The third piece, authored by Robert Setio, explores the concept of Contextual Theology in Interreligious Studies. These three articles prompted me to ask some critical questions: "What is the difference between religious studies at UIN and UGM?" and "What should Comparative Religion, Religious Studies, and Interreligious Studies focus on next?" I found some answers in an additional eight articles.

The eight writings include Robert Setio's analysis of the practical benefits of these studies for graduates' careers. Bernard Adeney-Risakotta's work discusses interreligious studies with a focus on respecting the diversity of religion and theology. Frans Wijsen explores the five shifts in religious studies within a discourse framework. Daniel K. Listijabudi offers insights into hermeneutics as applied to interreligious studies. Ricardo Vargas Posada maps dissertations produced by students in the Interfaith Studies program. Mohammad Iqbal Ahnaf emphasizes the importance of religious literacy for a better understanding of religion. Izak Y.M. Lattu and Faitmah Husein examine the role of dialogue in fostering social cohesion. Lastly, Leonard C. Epafras questions the concept of religious authority and explores how divine power has shifted in the context of "Religion for Adsense" in the digital age. Through these writings, I've discovered that the management of Comparative Religion, Religious Studies, and Interreligious Studies significantly influences the success of interreligious cooperation. A key determinant is the institution under which these studies are organized, whether it is a religious or non-religious institution. This factor affects whether students from diverse religious backgrounds feel comfortable and can thrive in their studies. Consequently, experiences related to comparative religion, religious studies, and interfaith studies are systematically imparted to students, potentially enriching their perspectives. In this context, I observe the success of the Indonesian Consortium for Religious Studies (ICRS), UGM in promoting itself as a reputable doctoral program for those interested in studying interfaith issues. However, I do believe it is problematic to directly compare the learning experiences of undergraduate students at UIN with those of doctoral students at UGM.

Continue reading “Membaca Metamorfosa Perbandingan Agama” →

Making Comparative Religion a Perspective

Writen by: Muryana, S.Th.I, M.Hum

I would like to share my experiences as a resource person during the Redesign Curriculum Workshop on the Religious Studies, which I attended some time ago. My first question is: what prompted the redesign of the curriculum? Secondly, what type of graduates does the Religious Studies program aim to produce?

I began by recalling the courses I took while studying Comparative Religion. Next, I reviewed the current curriculum. Although the courses offered are largely similar, there are some new additions. Based on this comparison, an important skill for alumni of Comparative Religion, I identified a structure that I could follow. First, I study my own religion. Second, I explore other people's religions. Third, I learn various approaches and tools to analyze both my religion and others. Finally, I am encouraged to determine which religion I wish to pursue further.

I learned about my own religion through various courses, previously referred to as institutional courses, as well as courses specifically focused on Islam and those that provide a foundation for understanding it. The subjects I studied include the Qur'an, Hadith and their sciences, Arabic, Fiqh, Sufism, the History of Islamic Civilization, and Tafsir. I recall Dr. Moh Damami Zein explaining in class that studying at State Institute for Islamic Studies (IAIN) serves as a bridge between Islamic boarding schools and higher education. This implies that one of the prerequisites for attending IAIN is ideally having a foundational understanding of Islamic studies from the previous school level. Consequently, education at IAIN is not designed for beginners in religion; rather, the Islamic courses offered are intended for further analysis and advanced study. Will this shake our faith as Muslims? There are many concepts and tools that need to be learned in order to conduct careful and in-depth analysis. Personally, I find myself increasingly eager to deepen my understanding of Islam at this stage in my studies.

Continue reading “Menjadikan Perbandingan Agama sebagai Cara Pandang” →

SIMPOSIUM ASAI KE 11 ; Era Baru, Peran Baru Studi Agama di Era Artificial Intelligence

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Mengharap kehadiran Ibu/Bapak Anggota ASAI dalam agenda Simposium Nasional #11 ASAI pada tanggal 14-16 Agustus 2023 di UIN Ar Raniry Banda Aceh Indonesia dengan mengusung tema “Era Baru, Peran Baru Studi Agama di Era Artificial Intelligence” yang akan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Dewan Penasehat Asosisasi Studi Agama Indonesia Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag.

simposium asai 11

Untuk link pendaftaran klik https://forms.gle/A46RMFTkjvAYVXax5

info lebih lanjut bisa menghubungi

Muryana (087838997388)

Khuzaimah (082329166050)

Reminder Diskusi Rabu Malam ASAI; Satu Jam Bersama Profesor

Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Sejam Bersama Professor: Prof. Dr. Zaenuddin Hudi Prasojo, M.A.
Pada: Hari/tanggal: Rabu, 8 Maret 2023
Pukul: 19:30-21:00 WIB
Meeting ID: 850 2798 2620
Passcode: 847173
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/85027982620?pwd=TlQwc1lod1EyRGsrZzJCbklnWkNRdz09

Find your local number: https://us02web.zoom.us/u/kdCxLxlyjD
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).
.
Follow akun media sosial kami untuk update informasi & kegiatan lainnya.
Info lebih lanjut hubungi CP: 0857 222 000 60
Silahkan kunjungi medsos kami:
IG: @asosiasistudiagamaindonesia
Youtube: Asosiasi Studi Agama Indonesia
FB: Asosiasi Studi Agama Indonesia
Website: www.studiagama.or.id
#studiagamaagamaindonesia
#perbandinganagama
#fakultasushuluddin
#uinsunankalijagayogyakarta
#uinsunanampelsurabaya
#uinalauddinmakassar
#uinantasaribanjarmasin
#uinsumedan
#uinradenintanlampung #uinimambonjolpadang
#uinarraniry

Reminder Diskusi Rabu Malam ASAI

Diskusi ASAIMengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama
Bincang Buku “What is Islam?” bersama Muhammad Afdillah, M.A. M.Si.
Pada: Hari/tanggal: Rabu, 1 Maret 2023
Pukul: 19:30-21:00 WIB
Meeting ID: 823 4193 2090
Passcode: 024402
Find your local number: https://us02web.zoom.us/u/kzAb21hN6
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/82341932090?pwd=elhWcGtGSnVRbnpBRXBvMm1GaE9HUT09
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).
.
Follow akun media sosial kami untuk update informasi & kegiatan lainnya.
Info lebih lanjut hubungi CP: 0857 222 000 60
Silahkan kunjungi medsos kami:
IG: @asosiasistudiagamaindonesia
Youtube: Asosiasi Studi Agama Indonesia
FB: Asosiasi Studi Agama Indonesia
Website: www.studiagama.or.id
#studiagamaagamaindonesia
#perbandinganagama
#fakultasushuluddin
#uinsunankalijagayogyakarta
#uinsunanampelsurabaya
#uinalauddinmakassar
#uinantasaribanjarmasin
#uinsumedan
#uinradenintanlampung #uinimambonjolpadang
#uinarraniryaceh
#stainzawiyahcotkalalangsabandaac

Call For Book Chapter on 10th ASAI

Call For Book Chapter on 10th ASAI
📖📒📔📓📚
ASAI (Asosiasi Studi Agama Indonesia) mengudang Ibu/Bapak/Sdr/i pegiat Studi Agama-Agama di Indonesia untuk menulis dengan tema naskah sebagai berikut:
1. Dinamika Agama Lokal di Indonesia
2. Penelitian Keagamaan: Pendekatan, Teori dan Metode
3. Arah Baru Studi Agama di Indonesia
📄Tulisan maksimal 3500-5000 kata, Times New Roman 12
📝 Naskah kami terima sejak tanggal 10 Juni-10 Juli 2022
📧 Silahkan dikirim ke alamat email: asosiasistudiagamaindonesia@gmail.com
.
.
.
Follow akun media sosial kami untuk update informasi & kegiatan lainnya.
Info lebih lanjut hubungi CP: 085722200060
Silahkan kunjungi medsos kami:
IG: @asaionline
Youtube: Asosiasi Studi Agama Indonesia
FB: Asosiasi Studi Agama Indonesia
Website: www.studiagama.or.id