Rabu, 15 September 2021, ASAI, Asosiasi Studi Agama Indonesia menggelar diskusi online bertema “Bukan Sekedar Language Game” melalui platform zoom. Kegiatan ini merupakan rangkaian seri belajar bersama studi agama yang dihadiri oleh partisipan yang berasal dari dosen, mahasiswa, praktisi dan peminat studi agama dari PTKIN se- Indonesia, Pascasarjana CRCS, ICRS dan peserta undangan serta perguruan tinggi lainnya. Ada sekitar 18-19 peserta yang hadir dalam jagongan perdana Discourse Studi Agama ini.
Kegiatan yang akan dilaksanakan setiap minggu ke 3 dan ke 4 setiap bulan ini, menghadirkan pemateri yakni Dr. Mukhijab yang merupakan Anggota Departemen Informasi dan Publikasi ASAI. Dalam belajar bersama ini Dr. Mukhijab memaparkan tentang teori Analisis Wacana Kritis, biasa disingkat AWK, sekaligus untuk merespon beragam narasi keagamaan di ruang publik yang dijadikan alat untuk memobilisasi massa dalam rangka melegitimasi kekuasaan. Menurut Dr. Mukhijab “Sumber pengetahuan bukan subjek, tetapi pengetahuan berasal dari hubungan-hubungan kekuasaan. Pengetahuan menghasilkan kekuasaan. Tidak ada hubungan kekuasaan tanpa pembentukan pengetahuan, tidak ada pengetahuan yang tidak mengandaikan serta membentuk hubungan kekuasaan”
Analisis Wacana Kritis ini digunakan untuk menggugat merkantilisasi (komodifikasi pengetahuan) serta membongkar artikulasi pengetahuan yang di luar permukaan dalam rangka mengontruksi, merekonstruksi, mendekonstruksi pengetahuan dan kekuasaan. Selain itu, AWK mengedepankan pendekatan lebih empiris sehingga ilmu pengetahuan sehingga pengetahuan berisi nilai-nilai luhur masyarakat. Dalam studi agama analisis wacana kritis ini penting, mengingat agama selama ini hanya menjadi payung dari kepentingan-kepentingan yang merugikan. Selain itu, poin penting yang terdapat dalam teori analisis wacana kritis adalah pentingnya integrasi ilmu dan aksi sosial. Narasi keagamaan baik dalam poster maupun media lain seringkali mendangkalkan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat mengalami terpolarisasi bahkan berujung permusuhan.
Selanjutnya seri belajar bersama ini akan mendiskusikan seputar studi agama-agama sebagai bentuk konsistensi pembelajaraan dan pengenalan terhadap publik tentang integrasi antara isu sosial kontemporer dengan kajian keagamaan. [AC]

Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menghadirkan Seri Belajar Bersama: Teori-Teori dalam Studi Islam.