Belajar Bersama Discourse Studi Agama#3: “Analisis Wacana Kritis: Teori & Metode”

Reminder Diskusi Rabu Malam

Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama Discourse Studi Agama#3: “Analisis Wacana Kritis: Teori & Metode” bersama Dr. Mukhijab, pada:
Hari/tanggal: Rabu, 13 Oktober 2021
Pukul: 19:00-21:00 WIB
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/85459484532?pwd=L3l0UURldHVxU2RrT3g0bUp1Y3Q3QT09

Meeting ID: 854 5948 4532
Passcode: 563812

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).
.
Info lebih lanjut hubungi CP: 085722200060

AWK: Menggugat Taken for Granted Ilmu Pengetahuan

ASAI kembali menggelar diskusi putaran kedua “Discourse Studi Agama” pada Jum’at, 22 September 2020 pukul 19.00 hingga 21.00 WIB melalui platform zoom. Seri Belajar Bersama kali ini dihadiri oleh 32 orang peserta dari mahasiswa, dosen berbagai program studi. Pada diskusi putaran kedua ini Dr. Mukhijab memaparkan tentang pentingnya Disposisi Teks dalam Metodologi Ilmu Pengetahuan. Dr. Mukhijab menuturkan, “Dalam menganalisis teks terdapat subjektivitas dominan yang berpengaruh dalam menginterpretasikannya di kehidupan. Diperlukan Analisis Wacana Kritis untuk menggugat interpretasi atas bahasa ilmu pengetahuan baik sebagai metode maupun teori”.

Analisis wacana kritis, biasa disingkat AWK, dalam kajian linguistik ini merupakan pisau analisis yang membedah struktur dan fungsi bahasa dalam wacana kontemporer untuk melihat persoalan sosial. Bahasa dalam konteks ini menjelaskan konteks sosial mulai dari bagaimana bahasa itu dibentuk hingga membentuk struktur sosial. Hal ini sesuai dengan sifat bahasa yaitu tidak otonom, tidak arbiter dan umumnya rentan sebagai media kontestasi maupun manipulasi. Terdapat evolusi model diskursus analisis wacana kritis yaitu dari studi bahasa ke wacana. Ferdinand de Saussure, seorang linguis strukturalis, menyebut bahwa struktur tanda menjadi pokok persoalan bahasa. Namun dalam perkembangannya persoalan bahasa digunakan bersama unsur-unsur non-linguistik, sebagaimana disebutkan oleh Foucault, seorang penggagas post-strukturalis.

Foucault menyebutkan bahwa makna tanda berubah sesuai dengan konteks penggunaan. Pengetahuan bukan refleksi atas realitas, kebenaran adalah konstruksi rezim yang memiliki otoritas untuk menentukan salah dan benar. Sedangkan seorang marxis strukturalis, Louis Althusser berpendapat bahwa terdapat relasi antara subjek dan hubungan pengetahuan yang dikendalikan oleh ideologi. Pendekatan ini disebut Pendekatan Prancis (French Discourse Analysis) dan masuk dalam lima jenis pendekatan utama analisis wacana kritis, menurut Eriyanto.

Adapun pendekatan lain dalam kajian ini, antara lain: Analisis Bahasa Kritis (Critical Linguistic) untuk memahami bagaimana gramatika bahasa dan struktur tata bahasa membawa posisi dan makna ideologi; Pendekatan Kognisi Sosial dipelopori Teun A.V. Dijk untuk memahami faktor kognisi dalam produksi wacana, contohnya bagaimana minoritas ditampilkan seperti etnis rasialisme dan pengungsi; Selanjutnya, Pendekatan Perubahan Sosial yang digagas Norman Fairclough, memahami wacana sebagai praktik sosial dan praktik diskursif dengan identitas, dan relasi social; Serta Pendekatan Wacana Sejarah dipelopori Ruth Wodak untuk memahami konteks sejarah bagaimana wacana diproduksi.

Sementara itu, dalam menganalisis wacana, terdapat tiga pendekatan wacana menurut Marrianne W. Jargensen dan Luise J. Phillip. Pertama, Analisis Wacana Ernest Laclau dan Channal Mouffe yang berbicara tentang dinamika perjuangan antar kekuatan dominan untuk meraih hegemoni; Kedua, Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough yaitu wacana perubahan sosial, bagaimana unsur teks individu bergantung pada unsur dan wacana teks lain atau mengkaji sumber teks berbeda-beda serta memahami transformasi status quo. Ketiga, Analisis Wacana Psikologi (psikologi kewacanaan) untuk memahami penggunaan Bahasa dalam interaksi sosial, yaitu bagaimana orang menggunakan wacana untuk menciptakan, menegosiasikan representasi dunia dan identitasnya. Lalu, bagaimanakah AWK ini dapat diterapkan dalam Studi Agama? Praktik penelitian dalam konteks Studi Agama akan didiskusikan pada pertemuan selanjutnya, 13 Oktober 2021 pada jam yang sama. [AC]

Discourse Studi Agama#2: “Disposisi Discourse dalam Ilmu-Ilmu Sosial

*Reminder Diskusi Rabu Malam*

Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama *Discourse Studi Agama#2: “Disposisi Discourse dalam Ilmu-Ilmu Sosial” bersama Dr. Mukhijab,* pada:
Hari/tanggal: Rabu, 22 September 2021
Pukul: 19:00-21:00 WIB
Zoom Meeting ID: 86181613813
Passcode: 830960
Join Zoom Meeting

https://us02web.zoom.us/j/86181613813?pwd=QzNabkoxL0liakxqK05sVlZ4ZWk0Zz09

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).

Info lebih lanjut hubungi CP: 085722200060

ASAI Gelar Seri Belajar Bersama “AWK”

Rabu, 15 September 2021, ASAI, Asosiasi Studi Agama Indonesia menggelar diskusi online bertema “Bukan Sekedar Language Game” melalui platform zoom. Kegiatan ini merupakan rangkaian seri belajar bersama studi agama yang dihadiri oleh partisipan yang berasal dari dosen, mahasiswa, praktisi dan peminat studi agama dari PTKIN se- Indonesia, Pascasarjana CRCS, ICRS dan peserta undangan serta perguruan tinggi lainnya. Ada sekitar 18-19 peserta yang hadir dalam jagongan perdana Discourse Studi Agama ini.

Kegiatan yang akan dilaksanakan setiap minggu ke 3 dan ke 4 setiap bulan ini, menghadirkan pemateri yakni Dr. Mukhijab yang merupakan Anggota Departemen Informasi dan Publikasi ASAI. Dalam belajar bersama ini Dr. Mukhijab memaparkan tentang teori Analisis Wacana Kritis, biasa disingkat AWK, sekaligus untuk merespon beragam narasi keagamaan di ruang publik yang dijadikan alat untuk memobilisasi massa dalam rangka melegitimasi kekuasaan. Menurut Dr. Mukhijab “Sumber pengetahuan bukan subjek, tetapi pengetahuan berasal dari hubungan-hubungan kekuasaan. Pengetahuan menghasilkan kekuasaan. Tidak ada hubungan kekuasaan tanpa pembentukan pengetahuan, tidak ada pengetahuan yang tidak mengandaikan serta membentuk hubungan kekuasaan”

Analisis Wacana Kritis ini digunakan untuk menggugat merkantilisasi (komodifikasi pengetahuan) serta membongkar artikulasi pengetahuan yang di luar permukaan dalam rangka mengontruksi, merekonstruksi, mendekonstruksi pengetahuan dan kekuasaan. Selain itu, AWK mengedepankan pendekatan lebih empiris sehingga ilmu pengetahuan sehingga pengetahuan berisi nilai-nilai luhur masyarakat. Dalam studi agama analisis wacana kritis ini penting, mengingat agama selama ini hanya menjadi payung dari kepentingan-kepentingan yang merugikan. Selain itu, poin penting yang terdapat dalam teori analisis wacana kritis adalah pentingnya integrasi ilmu dan aksi sosial. Narasi keagamaan baik dalam poster maupun media lain seringkali mendangkalkan pengetahuan masyarakat sehingga masyarakat mengalami terpolarisasi bahkan berujung permusuhan.

Selanjutnya seri belajar bersama ini akan mendiskusikan seputar studi agama-agama sebagai bentuk konsistensi pembelajaraan dan pengenalan terhadap publik tentang integrasi antara isu sosial kontemporer dengan kajian keagamaan. [AC]

 

Discourse Studi Agama#1: “Bukan Sebatas Language Game” bersama Dr. Mukhijab

Mengharap kehadiran Ibu/Bapak/Ibu/Sdr/i dalam Seri Belajar Bersama Discourse Studi Agama#1: “Bukan Sebatas Language Game” bersama Dr. Mukhijab, pada:
Hari/tanggal: Rabu, 15 September 2021
Pukul: 19:00-21:00 WIB
Zoom Meeting ID: 84266680624
Passcode: 834078
Join Zoom Meeting
https://us02web.zoom.us/j/84266680624?pwd=NTQwcG1nUHJhdCsydzJPL3hHbTVxdz09

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI).
.
Info lebih lanjut hubungi CP: 085722200060