Haru, Prof. Wiwik Menyaksikan Perjalanan Keilmuannya di Studi Agama-Agama

Prof. Dr. Wiwik Setiyani, M. Ag., akrab disapa Prof. Wiwik, menujukkan rasa haru setelah menonton kembali video perjalanannya menuju gelar guru besar yang diputarkan oleh moderator. Bukan perjalanan yang mudah, melalui percakapan yang berlangsung selama satu jam, Prof. Wiwik berbagi tentang bagaimana ilmu agama dapat dilihat dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saat ini beliau menjabat sebagai Wakil Rektor II Bidang Administrasi Umum, Perencanaan dan Keuangan UIN Sunan Ampel Surabaya.

Pada hari Selasa, 14 Oktober 2025 pukul 10.00-11.00 WIB ASAI, dikenal sebagai ASRI di kancah Internasional, mengadakan sebuah diskusi virtual untuk memperkaya pengetahuan dan meningkatkan motivasi para ilmuwan dan pegiat Studi Agama-Agama untuk meraih gelar tertinggi dalam dunia akademik. Agenda yang sudah jadi rutinan ini menghadirkan Prof. Dr. Wiwik Setiyani, M.Ag. Beliau adalah Profesor kesembilan yang bersedia berbagi dalam Satu Jam Bersama Profesor.

Prof. Wiwik mengawali cerita perjalanan intelektualnya dengan ketertarikannya pada psikologi ala Freud, yang kemudian berkembang menuju kajian tentang sosiologi agama dan kearifan lokal. Beliau menceritakan bagaimana fenomena kearifan lokal di kampung halamannya menjadi titik awal bagi tulisan-tulisan akademik yang ia hasilkan. Perjalanan ini menunjukkan betapa pentingnya menggali akar budaya lokal dalam memahami dinamika sosial dan agama yang lebih luas.

Salah satu karyanya yang dibahas dalam diskusi ini adalah “Kiyai Kampung”. Dalam riset ini Prof. Wiwik membandingkan peran kyai di kampungnya dengan kampung sebelah. Riset ini membawanya pada pemahaman yang lebih mendalam tentang bagaimana agama dan masyarakat berinteraksi. Kemudian beliau juga menanggapi pertanyaan moderator tentang riset disertasinya tentang harmonisasi agama dan budaya di Mojokerto yang memberi wawasan penting tentang keberagaman dalam masyarakat. Prof. Wiwik menjelaskan bagaimana masyarakat yang berbeda agama bisa hidup berdampingan dengan damai, sementara ada juga yang hanya menganggap agama sebagai formalitas semata. Di sinilah be beliau menegaskan perbedaan makna kata Harmonisasi dan Harmoni. Continue reading “Haru, Prof. Wiwik Menyaksikan Perjalanan Keilmuannya di Studi Agama-Agama” →

ASAI Gelar Diskusi Virtual: Menilik “Anthropocene Religion” di Yogyakarta

Yogyakarta, 16 September 2025 – Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) baru saja menyelenggarakan seri diskusi ke-19 dalam program “Seri Belajar Bersama: Teori Studi Agama-Agama” dengan tema “Anthropocene Religion”. Acara virtual ini dilaksanakan pada Selasa, 16 September 2025, pukul 19.30–20.30 WIB, dengan Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag., sebagai pemateri utama dan Erna Dwi Cahyati, M.Ag., sebagai moderator. Diskusi ini sukses menarik perhatian para akademisi dan pemerhati studi agama, mengangkat peran agama dalam menghadapi krisis lingkungan akibat pandangan antropocentris.

Dalam pemaparannya, Dr. Ustadi Hamsah menyoroti pergeseran paradigma studi agama dari teosentris menuju antropocentris, yang sering menempatkan alam sebagai objek eksploitasi. “Antropocentrism menjadikan manusia sebagai pusat, memanfaatkan alam sesuka hati, bahkan Tuhan pun kadang diinterpretasikan untuk mendukung sikap egois ini,” ujarnya, mengkritik konsep “egosentrisme” terhadap alam. Ia menegaskan bahwa era Anthropocene menunjukkan dampak besar dari aktivitas manusia terhadap Bumi, sehingga alam harus diperlakukan sebagai subjek, bukan sekadar alat.

Dr. Ustadi juga menyampaikan bahwa kesalahan terhadap sesama bisa diampuni, tetapi kerusakan terhadap alam tidak akan dimaafkan. “Alam harus dijaga, bukan untuk kepentingan egois manusia,” tegasnya, sambil mengusulkan pendidikan dan kesadaran ekologis sebagai solusi. Diskusi juga membahas biocentrism, yang menekankan keseimbangan alam, serta pendekatan “cosmotheandric” yang menghubungkan Tuhan, manusia, dan alam.

Sebagai referensi, Dr. Ustadi mengutip buku Religion, Sustainability, and Place (Steven E. Silvern, Edward H. Davis, 2021), yang mengusung nilai keberlanjutan dalam interaksi manusia dengan lingkungan. “Agama harus membangun harmoni, bukan sekadar doktrin atau dogma,” jelasnya, dengan pendekatan yang kini lebih mengarah pada ilmu sosial dan humaniora. Moderator Erna Dwi Cahyati memfasilitasi diskusi dengan baik, membuka sesi tanya jawab yang membahas ekoteologi dan perubahan iklim.

Acara ini diikuti oleh banyak peserta dari berbagai daerah, mencerminkan antusiasme terhadap integrasi agama dan lingkungan. ASAI berharap diskusi ini menginspirasi aksi nyata untuk kelestarian alam, sejalan dengan nilai agama yang inklusif. Rekaman acara dapat diakses melalui platform resmi ASAI. (KQ)

2025 National Symposium on Religious Studies Explores the Theme of Love

As science and technology rapidly advance, we face numerous humanitarian challenges that require a collective response. One significant challenge is the diminishing awareness of care, love, empathy, and social intimacy. This issue is closely linked to the swift progress of information technology, which often fosters private spaces and undermines warm interpersonal relationships. The resulting social implications include the strengthening of transactional relationships between individuals and groups. In such conditions, qualities like closeness, love, and empathy become scarce, leading to relationships that are reduced to mere subject-object interactions. This situation poses a risk to humanity, as people begin to view others merely as accessories to their own comfort, neglecting the importance of caring for those around them.
This challenge pertains to the religious studies, focusing on how values contribute to building positive relationships. The decline of love and social intimacy in human interactions is a crucial aspect of contemporary religious studies, emphasizing the importance of social context (milieu) at the levels of ontology, epistemology, and axiology. This study area can be further developed within the department of Religious Studies at Indonesian universities. The field of Religious Studies engages deeply with the various changes occurring in society. Consequently, a solid academic foundation is essential, acknowledging that societal changes are closely linked to religious issues. In more specific terms, religion is examined from a diverse range of perspectives. The findings from religious studies provide valuable insights into societal transformations.
The 13th ASAI National Symposium on Religious Studies in 2025 will address the theme "Religion, Love, and Humanity: Transforming the World through Compassion and Empathy." This follows the previous year's theme, "The New Era: The New Role of Religious Studies in the Era of Artificial Intelligence," held in Aceh, and the 12th National Symposium's focus on "Religion and Climate Change: Exploring Responses" in Banjarmasin. The goal of this year's symposium is to feature speakers from the International Association for the History of Religions (IAHR), the Indonesian Ministry of Religious Affairs, and the Presidential Communications Office, all aimed at highlighting the significance of Religious Studies, previously known as Comparative Religion.
The symposium will include several sub-themes for discussion as part of the International Conference, including:
1. Religion and Love in Religious Texts
2. Literature and Artworks about Religion and Love
3. Information Technology and Global Humanitarian Challenges
4. Public Policy in Maintaining Diversity
5. Religious Studies and Philanthropic Movements
6. Religion and the Environment for Humanity
7. Study of Figures Concerned with the Issues of Religion and Love
8. Conflict Resolution Based on Religion and Love
9. Deep Learning, Deeper Religiosity
10. Spatial Awareness in Religion
11. Religious Healing and Psychotherapy
This event aims to foster meaningful dialogue and insights into the impactful intersection of religion, love, and humanity. We invite lecturers and students majoring in religious studies from across Indonesia, as well as other academic enthusiasts interested in contemporary studies, and communities of religious scholars, to participate. This includes members of ASAI and its affiliated institutions. You can register through the following link: https://bit.ly/PendSimpoNas13ASAI If you have any questions, please contact us via WhatsApp at 0878 3899 7388 or 087 222 000. We look forward to welcoming you to Jogja, the city of Indonesian students!

ASAI Mereview Kurikulum OBE untuk Akreditasi Internasional

Yogyakarta, 12-14 November 2024 — Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) mengadakan kegiatan review kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Workshop ini diikuti oleh sejumlah Ketua Program Studi (Kaprodi) dan Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Studi Agama-agama dari berbagai universitas di Indonesia. Acara yang berlangsung selama tiga hari, mulai Selasa (12/11) hingga Kamis (14/11) ini juga diikuti oleh Prodi Sosiologi Agama dari IAKN Toraja dan Prodi Agama dan Budaya IAKN Ambon, bertempat di Hotel Grand Keisha, Depok, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan dimulai pada hari Selasa pukul 14.00 WIB dengan sesi pembahasan dan pengenalan mengenai kurikulum OBE yang dipandu oleh Roni Ismail, S.Th.I., M.S.I., anggota Departemen Penerbitan dan Publikasi ASAI. Dalam paparannya, Roni yang juga menjabat sebagai Kaprodi Studi Agama-agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, menyampaikan bahwa penyusunan kurikulum pada dasarnya dapat dilakukan dengan mudah jika mengikuti prinsip-prinsip OBE.

Pada workshop ini 13 orang peserta memperoleh pemahaman mendalam mengenai implementasi kurikulum OBE untuk akreditasi internasional dan pulang dengan berkas kurikulum yang telah disusun dan direview oleh asosiasi.

Kontributor Haetami.

Editor Muryana

Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Ditetapkan Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029

Pada Rabu, 14 Agustus 2024, UIN Antasari Banjarmasin menjadi saksi berlangsungnya kegiatan pemilihan Ketua Umum Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) periode 2024-2029. Acara yang digelar di Gedung Auditorium Mastur Jahri dihadiri oleh sejumlah perwakilan dari berbagai program studi agama-agama di seluruh Indonesia. Suasana rapat pleno berjalan dengan penuh semangat, mencerminkan komitmen seluruh peserta untuk mengembangkan studi agama di tanah air.

Dalam rapat tersebut, dibentuk tim formatur yang terdiri dari perwakilan dari masing-masing Prodi Studi Agama Agama seluruh Indonesia untuk menyeleksi dan menentukan kepemimpinan baru ASAI. Hasil dari proses tersebut, Prof. Deni Miharja, M.Ag., dari Prodi Studi Agama-Agama UIN Bandung, mendapatkan kepercayaan besar dengan terpilih sebagai Ketua Umum ASAI yang baru. Profesor Deni dikenal sebagai sosok yang memiliki wawasan luas dan dedikasi tinggi terhadap pengembangan kajian agama di Indonesia. Dalam sambutannya, ia mengajak untuk melanjutkan program yang telah berlangsung dan terus meningkatkan kiprah asosiasi agar bermanfaat untuk seluruh Prodi SAA seluruh Indonesia termasuk juga anggota yang ada dalam keanggotaan Asosiasi Studi Agama Indonesia. Continue reading “Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Ditetapkan Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029” →

Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Terpilih Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029

Banjarmasin, 14 Agustus 2024 – Pada hari Rabu, Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin menjadi saksi penting bagi perkembangan studi agama di Indonesia. Dalam sebuah rapat pleno yang berlangsung di Gedung Auditorium Mastur Jahri, Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., resmi terpilih sebagai Ketua Umum Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) untuk periode 2024-2029.

Acara ini dihadiri oleh 36 anggota ASAI dari program studi agama-agama (SAA) di seluruh Indonesia dan sekitar 50 peserta dari dosen dan mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin serta tamu undangan dari beberapa instansi terkait di Banjarmansin. Para peserta dengan antusias mengikuti jalannya pemilihan, mencerminkan komitmen mereka terhadap pengembangan studi agama-agama di tanah air. Continue reading “Prof. Dr. Deni Miharja, M.Ag., Terpilih Sebagai Ketua Umum ASAI Periode 2024-2029” →

International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies (ICONUSH) 2024 & Simposium Nasional Studi Agama XII

[CALL FOR PAPER]

Join us at International Conference on Ushuluddin and Humanities Studies (ICONUSH) 2024 & Simposium Nasional Studi Agama XII

We are delighted to invite you to this prestigious event, a premier event bringing together scholars, researchers, and practitioners from around the world.

Theme:
Religion & Climate Change: Exploring Perspectives and Responses

The paper is submitted through this link https://bit.ly/ICONUSHSubmitPaper

Template
https://bit.ly/templatepaperASAI

IMPORTANT DATES
1️⃣ Deadline Paper Submission
28th July 2024
2️⃣ Acceptance Notifications
31st July 2024

🗓️ Conference & Symposium Day
13th – 15th August 2024

📍UIN Antasari Banjarmasin (Hybrid)

Participants will have the chance to attend thought-provoking keynote sessions, panel discussion, and paper presentations by distinguished experts.

For more information, please contact us.

Thank you and see you on August 2024.

Studi Agama Terapan: Cara Beragama yang Menggembirakan

Kamis, 30 Mei 2024 di Gedung Amin Abdullah, dulu sering dipanggil Gedung MP, Ketua Asosiasi Studi Agama Indonesia menyampaikan pidato pengukuhan guru besarnya. Pengukuhan ini dihadiri oleh keluarga, kolega dan rekan sejawat. Bagaimana menjawab pertanyaan calon mahasiswa studi agama? Dari sini pidato pengukuhan ini dimulai.

Saya masuk ruang disambut oleh penerima tamu dan daftar hadir. Alhamdulillah ada nama dan atas nama apa saya perlu hadir. Saya menghadiri atas nama Asosiasi Studi Agama Indonesia, yang biasa dipanggil ASAI. Daftar hadir sudah selesai saya tanda tangani. Lalu among tamu memberikan souvenir, salah satunya buku karya Prof. Ahmad Muttaqin, S.Ag., M.Ag., M.A., Ph.D. yang akan dikukuhkan hari ini. Ketika saya hadir, tidak semua kursi penuh. Saya masih dengan leluasa bisa memilih tempat duduk.

Tidak lama kemudian, acara pun dimulai. Seperti biasa, ada pembukaan, menyanyikan lagu kebangsaan dan hymne UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Ketua senat menyapa para hadirin yang hadir. Di antaranya kolega Ketua ASAI dari jajaran pimpinan Muhammadiyah, Prof. Dr. Haedar Nasir, M.Si dan Prof. Dr. Muchlas, M.T., Rektor UAD Bersama dengan Wakil Rektor dan BPH UAD Yogyakarta. Tentunya dihadiri oleh keluarga besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dan Keluarga besar dari Profesor yang juga menjabat sebagai Wakil Direktur PPs UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.

“Jika kuliah di jurusan Perbandingan Agama atau Prodi Studi Agama-Agama, setelah lulus akan menjadi apa, kerja di mana?”, pertanyaan para siswa SLTA ketika sosialisasi prodi dilakukan ke sekolah dan madrasah inilah yang mengantarkan Ahmad Muttaqin pada capaian guru besarnya. “Kajian epistemologi, ontologis dan aksiologis untuk menghasilkan alumni menjadi manusia yang memiliki keimanan dan ilmuan yang kokoh perlu terus dilakukan karena PA/SAA tidak untuk mencetak tukang”, tegas beliau. Tidak berhenti sampai di sini, jawaban ini dipertanyakan lagi dalam riset-riset yang beliau lakukan.

Continue reading “Studi Agama Terapan: Cara Beragama yang Menggembirakan” →

Kuliah Dekolonisasi dalam Studi Agama-Agama Bersama Prof. Abdulkader Tayob

Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 26 April 2024 pukul 08.30-11.00 WIB berkolaborasi dengan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan Prodi Studi Agama-Agama Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam menyelenggarakan kuliah umum tentang Decolonizing The Study of Religions. Kuliah yang dilaksanakan secara hybrid ini dihadiri oleh kurang lebih 75 orang peserta offline di aula pascasarjana dan lebih dari 50 orang peserta online melalui channel youtube dan ruang zoom. Kuliah ini menghadirkan Prof. Abdulkader Tayob dari University of Cape Town, Afrika Selatan.

Abdulkader Tayob yang biasa dipanggil Prof. AK adalah pemilik NRF Chair in Islam, African Publics and Religious Values, Religion Education. Ada banyak karya yang telah diterbitkan beberapa di antaranya tentang Religion as Discourse dan Decolonizing the Study of Religions. Beberapa karya itu dapat diakses melalui website https://humanities.uct.ac.za/department-study-religions/contacts/abdulkader-tayob.

Prof. AK memulai kuliah dengan satu pertanyaan, yaitu “Apakah dekolonisasi itu mungkin?” Pertanyaan tersebut diturunkan menjadi pertanyaan yang lain, “Dapatkah kita benar-benar pergi melampaui saat ini? Sementara dalam penjelasannya, ada post-colonial sebagai dampak dari agama “modern” saat ini. Ada agama dan sejarah yang membentuknya di global south selain sejarah agama yang dikonstruksi oleh global north. Agama bukan hanya sebagai sesuatu untuk dipatuhi dan dijalankan, tapi agama berperan untuk bertahan hidup dan perlawanan di Afrika. Diskursivitas dekolonisasi di global south yang menjadi catatan bahwa agama dikonstruksi. Tak lupa ada etika yang dapat dilibatkan dalam religious discourse. Sehingga ketika berbicara tentang agama di ruang publik bukan hanya agama sebagai identitas, tetapi juga agama sebagai etika. Selain pertanyaan-pertanyaan tersebut, Prof. AK juga menyebutkan beberapa rujukan tokoh dalam studi Dekolonisasi, antara lain: Grosfuguel, Nelson Maldonaldo-Torres, An Yountae. Bagaimana selengkapnya? dokumentasi acara ini dapat ditonton di channel Pascasarjana UIN Sunan Kalijaga https://www.youtube.com/watch?v=AKAXoZukU0Q ini.

Salah satu alasan kenapa kuliah ini diselenggarakan adalah “kajian dan riset dekolonisasi tidak banyak dilakukan oleh ilmuwan, terutama ilmuwan muslim di Asia”, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Nur Ichwan, moderator, ketika mengawali kuliah ini. Prof. Nur Ichwan juga menegaskan bahwa dekolonisasi bukan topik marginal di komunitas sosial Indonesia. Jadi, ketertarikan studi dekolonisasi di Indonesia masih terbatas. Apakah Anda akan mengkajinya dalam studi dan riset selanjutnya? [MT]

SIMPOSIUM ASAI KE 11 ; Era Baru, Peran Baru Studi Agama di Era Artificial Intelligence

Assalamu’alaikum wr.wb.,
Mengharap kehadiran Ibu/Bapak Anggota ASAI dalam agenda Simposium Nasional #11 ASAI pada tanggal 14-16 Agustus 2023 di UIN Ar Raniry Banda Aceh Indonesia dengan mengusung tema “Era Baru, Peran Baru Studi Agama di Era Artificial Intelligence” yang akan dihadiri oleh Direktur Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Dewan Penasehat Asosisasi Studi Agama Indonesia Prof. Dr. Ahmad Zainul Hamdi, M.Ag.

simposium asai 11

Untuk link pendaftaran klik https://forms.gle/A46RMFTkjvAYVXax5

info lebih lanjut bisa menghubungi

Muryana (087838997388)

Khuzaimah (082329166050)