Pada Jumat, 15/Mei/26 – Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menghadirkan program “BACA AGAMA” sebagai ruang litera
si akademik untuk memperkuat pembacaan kembali secara detail dan kritis terhadap isu agama, budaya, dan kemanusiaan. Program ini mengajak publik akademik, peneliti, mahasiswa, dan pemerhati studi agama untuk membaca, berdiskusi, serta merefleksikan perkembangan kajian studi agama secara lebih terbuka dan ilmiah.
Dengan adanya segmen #BACA AGAMA diharapkan mengusung semangat baru yang mendorong kembali para penggiat studi agama membaca dan me-review tema-tema kajian agama secara mendalam. Segmen ini juga sebagai ajakan untuk membangun budaya membaca dan berdiskusi secara kolektif. Melalui pendekatan akademik, program ini tidak hanya menempatkan agama sebagai objek keyakinan secara spiritual, tetapi agama juga sebagai fenomena sosial, budaya, historis, dan kemanusiaan yang dapat dikaji melalui berbagai perspektif ilmu pengetahuan.
Pada permulaan segmen ini, pertanyaan yang diangkat adalah “Apakah agama itu nyata?”. Tentunya pertanyaan tersebut membuka ruang diskusi yang luas mengenai bagaimana agama hadir dalam pengalaman manusia, praktik sosial, institusi budaya, relasi komunitas, serta dinamika kehidupan sehari-hari. Dan sebagai pembuka, diskusi tersebut direfleksikan dengan pembacaan ulang buku Ten Theories of Religion yang ditulis oleh Daniel Pals.

Pertemuan pertama program ini, berjalan sangat antusias. Kali ini Muryana, S.Th.I., M.Hum. berlaku sebagai pemantik awal diskusi yang menyampaikan opini, keluh dan kesah terhadap studi agama, yang kemudian terfokus pada refleksi buku Ten Theories of Religion tersebut. Tentunya hal ini mendapatkan tanggapan yang sangat baik, dan interaktif, sehingga diskusi berjalan amat sangat aktif.
Untuk merespon kegelisahan para peserta pada pertemuan pertama program ini, ASAI berkolaborasi dengan Sekolah Riset Satukata untuk pertemuan-pertemuan selanjutnya. Dukungan ini menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat ekosistem literasi, riset, dan diskusi akademik di bidang studi agama di Indonesia. Hingga Jumat, 28 Agustus 2026 #BACAAGAMA berhasil dilaksanakan sebanyak 13 kali pertemuan bersama Sekolah Riset Satukata dengan ragam tema pembahasannya,
https://www.instagram.com/p/DcfbBWKM_OA/?stkn=MWx4dWRkNmJnMDVzbA==







Simposium Nasional ASAI XIV dan Konferensi Internasional membuka kesempatan bagi para akademisi, peneliti, dosen, mahasiswa, dan pemerhati studi agama untuk berkontribusi secara aktif melalui pengiriman paper ilmiah. Partisipasi ini merupakan bagian penting dari upaya kolektif dalam memperkaya diskursus akademik mengenai relasi agama, manuskrip Nusantara, dan isu-isu ekologis dalam perspektif interdisipliner.
Kegiatan diawali dengan sesi pembukaan dan keynote speech yang memberikan kerangka konseptual mengenai peluang dan tantangan studi agama-agama dalam merespons isu ekologis serta warisan manuskrip. Sesi ini menjadi fondasi intelektual yang menghubungkan tema besar simposium dengan konteks keilmuan kontemporer. Selanjutnya, rangkaian seminar tematik menghadirkan para pakar dari berbagai perguruan tinggi dengan perspektif multidisipliner untuk mendiskusikan relasi antara agama, lingkungan, dan dinamika sosial.


