Keanggotaan ASAI

Asosiasi Studi Agama Indonesia atau yang disingkat ASAI merupakan asosiasi keilmuan dan profesi dalam bidang studi agama yang bertujuan untuk menggali dan mengkaji fenomena keagamaan secara multidisipliner, komprehensif, dan holistik, serta mengembangkannya untuk kemanusiaan.

Asosiasi ini dibentuk sebagai tindak lanjut dari Simposisum Studi Agama di Yogyakarta yang dihadiri oleh ketua dan sekretaris Prodi Perbandingan Agama se-Indonesia, pemerhati dan peneliti agama.

Secara spesifik, AD/ART ASAI BAB VI pasal 9 tentang keanggotaan ASAI disebutkan bahwa anggota ASAI adalah siapa saja yang berminat bergabung dengan menerima AD/ART ASAI, dengan kriteria:

  1. Orang yang berminat kepada studi agama-agama secara formal melalui lembaga pendidikan, baik yang sudah lulus ataupun belum lulus;
  2. Orang yang berminat kepada studi agama-agama secara umum dari kalangan akademisi dan masyarakat luas; dan
  3. Orang yang secara formal mendaftar untuk menjadi anggota ASAI sebagaimana diatur dalam Anggaran Rumah Tangga.

ASAI memiliki dua jenis keanggotaan, yaitu keanggotaan institusi dan individual. Keanggotaan institusi adalah keanggotaan berbasis lembaga. Syarat untuk menjadi anggota berbasis institusi adalah

  1. Lembaga yang secara khusus melakukan pengkajian dan pengembangan studi keagamaan yang secara formal mendaftar menjadi anggota; dan
  2. Membayar iuran tahunan. Setiap lembaga yang mendaftar sebagai anggota ASAI akan mendapatkan piagam keanggotaan.

Sampai saat ini terdapat 16 anggota berbasis kelembagaan. Sedangkan syarat untuk menjadi anggota berbasis individu adalah:

  1. (a) Individu yang berminat melakukan kajian studi agama dengan semua dimensinya yang tertarik untuk menjadi anggota; dan
  2. (b) Membayar iuran pendaftaran dan iuran tahunan.

Jumlah anggota ASAI hingga saat ini sebanyak 94 orang. Dalam Pasal 11 disebutkan bahwa setiap anggota ASAI memiliki hak:

  1. Memilih dan dipilih, hak berbicara, dan hak membela diri;
  2. Mengekspresikan keilmuan melalui media dan acara yang berada di bawah koordinasi ASAI;
  3. Memperoleh Kartu Anggota; dan
  4. Bila tersangkut persoalan hukum, setiap anggota menyelesaikan secara pribadi kesalahan hukum yang dilakukannya, dan ASAI hanya memberi bantuan sesuai dengan kemampuan lembaga yang diputuskan dalam rapat pimpinan pengurus dengan berkoordinasi dengan ahli.