{"id":468,"date":"2020-12-07T17:18:14","date_gmt":"2020-12-07T10:18:14","guid":{"rendered":"https:\/\/studiagama.or.id\/?p=468"},"modified":"2020-12-07T17:36:27","modified_gmt":"2020-12-07T10:36:27","slug":"teologi-kesehatan-pesantren-rasionalitas-respon-pesantren-terhadap-pandemi-covid-19","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/berita\/teologi-kesehatan-pesantren-rasionalitas-respon-pesantren-terhadap-pandemi-covid-19\/","title":{"rendered":"Teologi Kesehatan Pesantren: Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi COVID-19"},"content":{"rendered":"<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"wp-image-469 aligncenter\" src=\"https:\/\/studiagama.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2020-12-07-at-14.41.54-213x300.jpeg\" alt=\"Seminar seri 1\" width=\"240\" height=\"338\" srcset=\"https:\/\/studiagama.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2020-12-07-at-14.41.54-213x300.jpeg 213w, https:\/\/studiagama.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2020-12-07-at-14.41.54-727x1024.jpeg 727w, https:\/\/studiagama.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2020-12-07-at-14.41.54-768x1081.jpeg 768w, https:\/\/studiagama.or.id\/wp-content\/uploads\/2020\/12\/WhatsApp-Image-2020-12-07-at-14.41.54.jpeg 792w\" sizes=\"auto, (max-width: 240px) 100vw, 240px\" \/><\/p>\n<p>Pesantren memiliki cara-cara otentik untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang berbeda dengan cara-cara yang diambil oleh komunitas kesehatan. Covid-19 merupakan makhluk Tuhan yang bekerja hanya atas perintah Tuhan. Oleh Karena itu, pesantren menerapkan cara-cara lahiriah dan batiniah sekaligus dalam menghadapi Covid-19. Cara-cara lahiriah dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan secara adaptif dan kontekstual, sementara cara batiniah dilakukan dengan praktik-praktik ritual melalui doa, sholat, dzikir dan membaca sholawat. Pandangan teologis yang berorientasi teosentris dan antroposentris ini memperlihatkan salah satu sisi moderasi pesantren.<br \/>\nBagaimana selanjutnya? Dr. Ahmad Salehudin akan berbagi Hasil Penelitian &#8220;Teologi Kesehatan Pesantren: Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi COVID-19&#8221; dalam Seminar#1 ASAI,<br \/>\nHari: Rabu, 9 Desember 2020<br \/>\nPukul: 19:00-21:00 WIB<br \/>\nID: 832 0882 8435<br \/>\nPasword: 401895<br \/>\nIkutan yuk!<\/p>\n<p>Isi Link Formulir Pendaftarannya ya:<br \/>\n<a href=\"https:\/\/forms.gle\/oFcio3B6ZpdsdrGS9\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">https:\/\/forms.gle\/oFcio3B6ZpdsdrGS9<\/a><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesantren memiliki cara-cara otentik untuk menghadapi pandemi Covid-19 yang berbeda dengan cara-cara yang diambil oleh komunitas kesehatan. Covid-19 merupakan makhluk Tuhan yang bekerja hanya atas perintah Tuhan. Oleh Karena itu, pesantren menerapkan cara-cara lahiriah dan batiniah sekaligus dalam menghadapi Covid-19. Cara-cara lahiriah dilakukan dengan menjalankan protokol kesehatan secara adaptif dan kontekstual, sementara cara batiniah dilakukan &hellip; <a href=\"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/berita\/teologi-kesehatan-pesantren-rasionalitas-respon-pesantren-terhadap-pandemi-covid-19\/\" class=\"more-link\">Continue reading <span class=\"screen-reader-text\">Teologi Kesehatan Pesantren: Rasionalitas Respon Pesantren terhadap Pandemi COVID-19<\/span><\/a><\/p>","protected":false},"author":5,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[8],"tags":[42,10,19],"class_list":["post-468","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-berita","tag-ahmad-salehudin","tag-asai","tag-studi-agama-agama"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/5"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=468"}],"version-history":[{"count":4,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":473,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/468\/revisions\/473"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=468"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=468"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/studiagama.or.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=468"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}