Simposium Nasional ke-8 Studi Agama: Eksis dalam Kajian di Tengah Pandemi

Yogyakarta, Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menggelar Simposium Nasional ke-8 Studi Agama dengan “Beragama di Tengah Pandemi”. Acara diselenggarakan secara virtual/online selama dua hari yakni pada tanggal 11-12 November 2020 setiap pukul 19:00-21:00 WIB. Selain menjadi agenda rutin tahunan, Simposium Asosisasi Studi Agama Indonesia juga mengikat kembali akademisi, peneliti dan pekerja sosial yang mempunyai fokus terhadap studi agama. Dalam sambutannya ketua ASAI Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph. D. menyampaikan “Walaupun di tengah pandemi, semoga kita masih bisa tetap eksis dalam kajian studi agama.” ASAI pun diharapkan menjadi wadah akademik di wilayah studi agama.

Prof. Dr. Media Zainul Bahri, M.A. sebagai Keynote Speaker mengusung tema “The Promise of Salvation pada Budaya Serba Agama di Tengah Pandemi”. Dalam pemaparannya menjelaskan bahwa kita mempunyai kebudayan baru, kebudayaan yang serba agama. Negara Indonesia masuk dalam kategori ke-2 yang menganggap bahwa agama adalah the most important to live. Hal tersebut ditunjukkan dengan banyaknya Majelis Taklim, Pesantren, Sekolah Tinggi yang berbasis agama dan juga pemakaian hijab di Indonesia.

Acara ini diisi oleh banyak narasumber yang memaparkan kajian studi agama dengan tema yang beragam. Pertama, Dr. Wiwik Setyani dan Nurhairunnisa mempresentasikan Wani Jogo Kampung: Tindakan Sosial Jamaah Al-Jabbar dalam Masa Pandemi COVID-19 Di Wiyung Surabaya. Kedua, ada Dr. (Cand.) Hasan Basri berbagi tentang Beragama di Luar Negeri selama Pandemi: Pengalaman di Sidney Australia. Ketiga, Dr. (Cand.) Mukhijab menjelaskan paper Sebagai Arena Berbahaya (Wacana Media tentang Fungsi Tempat Ibadah pada masa Masjid Pandemi COVID-19). Terakhir, ditutup oleh Dr. Casram, M.Ag. yang menyampaikan tentang Ekspresi Pemikiran Keberagamaan dalam Pelayanan dan Aksi Protes pada Masa Pencegahan COVID-19 di Jawa Barat. Ada empat presenter pada 11 November 2020.

Sementara pada 12 November 2020, ada Budi Juliandi, M.A. dan Dr. H. Marhaban, M.A mempresentasikan tulisan yang berjudul Ultra-Ortodox Jewish Communities in Israel Amid Covid 19. Lalu dilanjutkan oleh Dr. (Cand.) Afnan Ansori, M.A berbagi Pengalaman Beragama di Luar Negeri selama Pandemi. Disusul dua orang perempuan, antara lain: Dr. Dian Nur Anna, M.A. menyampaikan tentang Dialektika Seni dan Agama di Masa Pandemi dan Latifah, M.A. berbagi pengalaman tentang Self-Study Pendidikan Lintas-Agama di Sekolah Tinggi Agama Buddha Kertarajasa. Pada sesi II hari kedua, ada Dr. Ustadi Hamsah, M.Ag. mempresentasikan hasil risetnya yang berjudul Sehat sebagai Spiritualitas Baru.  Lalu dilanjutkan oleh Maufur, M.A. yang berbagi banyak cerita tentang pengalaman Menuliskan Studi Agama pada Mahasiswa IAIN Kediri. Pungkasan, ada Dr. Samsul Maarif menampilkan presentasi tentang Studi Agama-Agama untuk Masyarakat dialogis dan Inklusif: Kontribusi Riset untuk Advokasi. Kegiatan ini ditutup dengan harapan akan semakin banyak lagi narasumber yang memberikan ilmu pengetahuan mengenai kajian studi agama.

 

dokumentasi https://www.instagram.com/p/CHw65LLBk2p/?igshid=ipkmktej1kbc

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *