Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan

Prodi Magister (S2) Agama dan Filsafat, S2 Studi Agama-Agama dan S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran (SosPem) untuk mahasiswa baru TA 2019/2020. Dilaksanakan pada Kamis, 05 Maret 2020 dan bertempat di Smart Room Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kegiatan tersebut diikuti oleh 73 mahasiswa baru Program Magister. Dalam kegiatan tersebut Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, PhD selaku Ketua Prodi S2 Studi Agama-Agama memaparkan materi Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan.

Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D
Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D saat memberikan materi Sosialisasi Pembelajaran.

Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa sikap moderat itu harus dimulai dari diri sendiri dan sejak dalam pikiran. Menanamkan sikap moderat sejak dini, berarti menekan dan menghilangkan kebencian dan permusuhan antar manusia. Kerukunan antar umat beragama adalah modal dasar menjadikan bangsa Indonesia yang multi ethnis, multiculture dan multireligion menjadi maju, rukun dan harmonis.

“Bila masih memandang orang yang berbeda agama sebagai musuh, atau alasan untuk tidak menyapa maka ia belum siap jadi orang moderat. Orang moderat adalah yang sudah bisa melihat perbedaan sebagai alasan untuk bekerjasama atau bahkan alasan untuk saling memperkaya”, ujarnya.

Hal ini selaras dengan pandangan Tarmizi Tohor (Sekretaris Ditjen Bimas Islam) yang menyebutkan bahwa cara memperlakukan pesan penting moderasi beragama tidak cukup bila hanya dipromosikan, melainka perdu juga dijadikan aksi bersama seluruh komponen bangsa baik pemerintah maupun kelompok lintas agama agar ekstremisme dan kekerasan atas dasar kebencian kepada agama dan suku yang berbeda bisa ditekan dan dihilangkan.

Disela-sela pemaparan materi, Muttaqin menayangkan video film animasi yang berisikan nilai-nilai tolerance dan penghargaan atas keragaman karya CISForm (Center for the Study of IIslam and Social Transformation, UIN Sunan Kalijaga). Menguatkan sikap toleransi sangatlah penting dalam kehidupan umat beragama dalam masyarakat yang multiragam. Selain menegaskan pentingya sikap modera dan mengembangkan toleransi antar agama, perlu juga meneguhkan sikap moderat dan toleran di lingkungan intern seagama.
Diakhir acara Muttaqin memberikan pesan kepada para mahasiawa baru, apapun yang anda tulis kedepannya semoga membawa manfaat bagi diri anda sendiri dan lingkungan. Untuk itu, mahasiswa dituntut untuk lebih kreatif, dengan berkembangnya zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *