Simposium Nasional ke-8 Studi Agama: Eksis dalam Kajian di Tengah Pandemi

Yogyakarta, Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) menggelar Simposium Nasional ke-8 Studi Agama dengan “Beragama di Tengah Pandemi”. Acara diselenggarakan secara virtual/online selama dua hari yakni pada tanggal 11-12 November 2020 setiap pukul 19:00-21:00 WIB. Selain menjadi agenda rutin tahunan, Simposium Asosisasi Studi Agama Indonesia juga mengikat kembali akademisi, peneliti dan pekerja sosial yang mempunyai fokus terhadap studi agama. Dalam sambutannya ketua ASAI Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., Ph. D. menyampaikan “Walaupun di tengah pandemi, semoga kita masih bisa tetap eksis dalam kajian studi agama.” ASAI pun diharapkan menjadi wadah akademik di wilayah studi agama. Continue reading “Simposium Nasional ke-8 Studi Agama: Eksis dalam Kajian di Tengah Pandemi”

Mengartikulasikan Kembali Riset SAA: Catatan Raker ASAI 2019-2024

Oleh: Muryana

Raker Pengurus ASAI tetap dilaksanakan meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19. Raker dilaksanakan secara online, dibagi dlam beberapa seri pleno, devisi, dan pleno lagi mulai tanggal 5 sampai dengan 25 Agustus 2020. Ada beberapa rumusan tentang Studi Agama-Agama dilahirkan dari acara ini. Riset merupakan salah satu agenda yang terus-menerus dibicarakan dalam setiap diskusi.

Pandemi COVID-19 yang tak kunjung usai merupakan tantangan masyarakat dunia saat ini. Ada banyak dampak yang ditimbulkan. Salah satunya adalah agenda RAKER Pengurus ASAI 2019-2024 yang telah disepakati dan disiapkan untuk tanggal 23-24 Maret 2020, harus diundur dalam waktu yang tak ditentukan. Akhirnya pengurus harian mengusulkan untuk diselenggarakan RAKER secara online, menggunakan platform yang biasa digunakan untuk rapat daring. Usulan itu pun disepakati untuk dilaksanakan oleh seluruh pengurus periode 2019-2024.

Continue reading “Mengartikulasikan Kembali Riset SAA: Catatan Raker ASAI 2019-2024”

Online Workshop On Judaism: Penguatan Studi Agama-Agama Saat Pandemi

pelatihan

“Online Workshop on Judaism”, judul kegiatan bersama yang diselenggarakan oleh empat lembaga pada tanggal 6-9 Juli 2020. Workshop ini membincangkan Agama Yahudi dengan pembicara dari insider, Ulama Yahudi di Jerusalem dan peneliti, outsider Agama Yahudi di Indonesia. Sebuah workshop yang membangun harapan besar, bahwa setiap peserta yang terlibat berpartisipasi aktif dan mengembangkannya dalam kegiatan akademik.

Kerjasama berhasil dilakukan dengan komitmen bersama dan peran masing-masing lembaga. CRCS menginisiasi kegiatan workshop bersama ini dengan mengundang Rabbi David Rosen, the International Director of Interreligious Affairs, American Jewish Committee. ICRS sebagai panitia penyelenggara dalam kegiatan ini, mulai dari publikasi poster, menghubungi peserta, melakukan survei sebelum dan sesudah acara, menjadi tuan rumah (meeting host) hingga memberikan hak yang dijanjikan kepada peserta, yaitu sertifikat. Sementara itu, ASAI sebagai asosiasi studi agama mendorong para anggotanya di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam acara dan mengembangkannya dalam studi agama selanjutnya. Dari ketiga lembaga ini pula, secara bergantian moderator berasal. Ada Dr. Zainal Abidin Bagir pada hari pertama, Dr. Mohammad Iqbal Ahnaf pada hari kedua, dan Dr. Leonard Chrysostomos E. pada hari ketiga serta Dr. Ahmad Salehudin pada hari terakhir. Acara ini juga didukung oleh Asia Pasific Institute.

Continue reading “Online Workshop On Judaism: Penguatan Studi Agama-Agama Saat Pandemi”

Webinar Nasional; Peran Agama Dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyrakat Di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal

webinar

Beberapa bulan terakhir dunia diguncang dengan adanya wabah covid-19, dengan penyebaran melalui virus-virus yang hingga saat ini belum ditemukannya obat atau vaksin dalam menyembuhkan wabah tersebut. Maka dalam hal sejalan dengan sedangnya pencarian vaksin guna menghilangkan wabah tersebut maka diterapkannya   oleh pemerintah yakni new normal.

New normal adalah kehidupan berjalan seperti biasanya namun ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti menjaga kebersiihan dan menaati protokol kesehatan yang dianjurkan pemerintah. Disamping mengenai kesehatan pun, spiritualitas masyarakat pun tetap harus berjalan. Bagaimana peningkatan spiritualitas dan agama berperan?  dalam hal ini Prodi Studi Agama-Agama UIN Sumatra Utara mengadakan webinar nasional yang bekerjasama dengan Asosiasi Studi Agama Indonesia (ASAI) dan HMJ Studi Agama-Agama UIN Sumatra Utara yang berjudul “Peran Agama Dalam Meningkatkan Spiritualitas Masyrakat Di Masa Pandemi Covid-19 Menuju New Normal.

Kegiatan yang dilaksanankan Selasa, 23 Juni 2020 pada pukul 14:00-16:00, dengan beberapa narasumber yakni Dra. Husna Sari Siregar (Kaprodi SAA UIN Sumatra Utara), Prof Katimin (Dekan FUSI UIN Sumatra Utara), Prof Syahrin Harapa (Guru Besar Studi Agama UIN Sumatra Utara), Ahmad Muttaqin, M.Ag., M.A., PhD (Ketua ASAI dan Kaprodi S2 Studi Agama-Agama UIN Sunan Kalijaga), Pdt. Dr. Boimin Sirait (Dosen Agama Kristen Unimed) dan di moderator oleh Dr. H Indra Harapap (Sekprodi SAA UIN Sumatra Utara).

Bagi yang berkenang mengikuti acara bisa melakukan pendaftaran di http://gg.gg/WebinarSAAUINSU dan narahubung 081268314152 / 081260164428 .

Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan

Prodi Magister (S2) Agama dan Filsafat, S2 Studi Agama-Agama dan S2 Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta menyelenggarakan Sosialisasi Pembelajaran (SosPem) untuk mahasiswa baru TA 2019/2020. Dilaksanakan pada Kamis, 05 Maret 2020 dan bertempat di Smart Room Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam, kegiatan tersebut diikuti oleh 73 mahasiswa baru Program Magister. Dalam kegiatan tersebut Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, PhD selaku Ketua Prodi S2 Studi Agama-Agama memaparkan materi Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan.

Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D
Ahmad Muttaqin M.Ag.,M.A, Ph.D saat memberikan materi Sosialisasi Pembelajaran.

Ahmad Muttaqin menegaskan bahwa sikap moderat itu harus dimulai dari diri sendiri dan sejak dalam pikiran. Menanamkan sikap moderat sejak dini, berarti menekan dan menghilangkan kebencian dan permusuhan antar manusia. Kerukunan antar umat beragama adalah modal dasar menjadikan bangsa Indonesia yang multi ethnis, multiculture dan multireligion menjadi maju, rukun dan harmonis.

“Bila masih memandang orang yang berbeda agama sebagai musuh, atau alasan untuk tidak menyapa maka ia belum siap jadi orang moderat. Orang moderat adalah yang sudah bisa melihat perbedaan sebagai alasan untuk bekerjasama atau bahkan alasan untuk saling memperkaya”, ujarnya.

Continue reading “Moderasi Beragama dan Pilar Kebangsaan”

Dr. Samsul Hidayat : Merekatkan Kerukunan Antar Agama Melalui Diplomasi Kuliner

Toleransi, suatu sikap saling menghormati dan menghargai antarkelompok atau antarindividu dalam masyarakat atau dalam lingkup lainnya. Sikap toleransi dapat menghindari terjadinya diskriminasi, walaupun banyak terdapat kelompok atau golongan yang berbeda dalam suatu kelompok masyarakat. Salah satu upaya dapat terbentuknya sikap toleransi bisa dengan Dialog Lintas Agama.
Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kalimantan Barat, dalam hal ini menggelar Dialog Lintas Agama yang dilaksanakan Rabu 04 Maret 2020. Salah seorang narasumber dialog lintas agama di Kalimantan Barat Dr Samsul Hidayat, MA yang merupakan Dekan Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah, Dosen Prodi Perbandingan Agama IAIN Pontianak sekaligus Ketua Komisi Hubungan Antar Umat Beragama Majelis Ulama Indonesia Kalimantan Barat, menyampaikan materi mengenai upaya membangun kerukunan antar umat beragama melalui kearifan lokal.
Berdasarkan data statistik penduduk, mayoritas masyarakat Kalimantan Barat menganut agama Islam (55.68%). Di daerah pedalaman yang didiami Suku Dayak mayoritas penduduknya beragama Kristen (Katolik/Protestan) seperti di Kabupaten Bengkayang, Landak, Sanggau, Sintang dan Sekadau. Orang Tionghoa di Kalimantan Barat kebanyakan menganut agama Buddha dan Kristen (Katolik/Protestan). Di wilayah yang banyak terdapat etnis Tionghoa seperti Kota Singkawang dan Pontianak juga terdapat penganut Buddha dalam jumlah cukup besar. Dalam hal ini sikap toleransi perlu ditingkatkan untuk merekatkan hubungan antar agama.

Dr. Samsul Hidayat, MA
Dr. Samsul Hidayat, MA

Continue reading “Dr. Samsul Hidayat : Merekatkan Kerukunan Antar Agama Melalui Diplomasi Kuliner”